TEKNIK HUMOR DALAM PRESENTASI

Oleh: Achmad Faisal, S.Psi

Presentasi yang interaktif relatif lebih efektip, dibandingkan presentasi yang searah saja. Salah satu cara menstimulasi komunikasi yang interaktif dalam presentasi melalui humor. Efektivitas humor lainnya dalam presentasi telah dibahas pada kesempatan sebelumnya. Pada kesempatan tersebut telah pula disampaikan pula 10 teknik memunculkan humor dalam presentasi. Pada kesempatan ini, agar belajar tidak kepalang tanggung, disampaikan 23 teknik humor lain dalam presentasi. 23 teknik humor ini penulis ambil dari Buku Creating Ha ha Ha dari Hari Subagya yang diterbitkan tahun 2014. Point Teknik yang disampaikan asli merupakan karya Hari Subagya. Untuk penjelasan ulang berikut contohnya sebagian versi penulis, dikarenakan panjangnya ulasan yang disampaikan oleh Hari Subagya dalam buku Creating Ha Ha Ha-nya tersebut. berikut 23 Teknik Humor lanjutan dari 10 teknik humor yang telah disampaikan sebelumnya:

  1. Teknik Menambang Sumur Customer/Audiens

      Merupakan teknik mengeksplorarsi kelucuan dari sumber internal perusahaan/instansi

  1. Teknik Skenario

Contoh Presenter Subagya masuk ruang training pertama kali dengan pakaian seadanya; sandal, celana jin, kaos berkerah. Beberapa kali menerima telpon. Lalu keluar ruangan utk menerima telpon lagi. Audiens menunjukan ketidakrespekkannya. Lalu tiba-tiba Presenter masuk kembali dengan pakaian rapi berjas dan dasi. Audiens terkejut. Lalu presenter menunjukan rekaman seraya mengatakan lihatlah wajah konsumen yang tidak puas dsb, yakni rekaman audiens diruangan tadi, dan seterusnya.

  1. Teknik Olok-olok diri sendiri

Merupakan teknik mengeksplorasi keunikan diri sendiri

  1. Teknik Bahasa Berwarna

Bahasa berwarna adalah bahasa yang berbunga-bunga, berputar-putar, atau dibuat sedikit membingungkan. Namun, ketika tersadar, akan memunculkan kelucuan. Contoh “bagaimana mungkin kamu bilang dia orang yang kaya raya dan dermawan. Gak mungkin! Membaca menu direstoran saja seperti membaca Al-quran”

  1. Teknik Please Setan

Please setan adalah plesetan kata atau kalimat. Contoh: “Rajin mangkal bisa kaya”

  1. Teknik Teka Teki

Teka teki selalu menjadi yang menyegarkan. Dalam presentasi dipilih teka-teki yang lucu.

  1. Teknik Penokohan

Menokohkan peserta yang unik. Misal bujang galau dsb.

  1. Teknik Lagu

Training yang menggunakan lagu kemungkinan besar menghibur audiens. Bisa disertai kalimat lucu atau gerakan dan sebagainya.

  1. Teknik Sulap

Teknik sulap bisa dilakukan sendiri oleh presenter atau bisa memberdayakan orang lain, bahkan bisa dengan menayangkan video sulap. Biasanya Pesulap dianggap hebat. Dalam teknik sulap humor pentingnya membuka rahasia sulap sehingga menjadi sesuatu yang lucu.

  1. Teknik Role Play

Bermain peran, seolah audiens berada didunia nyata. Memiliki efek yang jauh lebih kuat ketimbang “visualisasi”. Bermain peran disini tentu dengan peran yang lucu.

  1. Teknik Serius

Semakin presenter serius diawal dalam menyampaikan, semakin unexpected, dan audiens tidak akan bisa menduganya.

  1. Teknik Paksa

Paksakan dengan tugaskan peserta untuk tertawa. Contoh: “Tertawalah seperti pejabat negara atau selebritis”.

  1. Teknik Pengulangan

Pengulangan sesuatu yang berlebihan atau lucu bisa menggelitik saraf tawa audiens

  1. Teknik Lokasi

Menghadirkan sesuatu yang dekat dengan audiens, bauk dimensi jarak maupun waktu, selalu menarik. Lokasi training adalah sumber inspirasi untuk bahan humor.

  1. Teknik Ketika Masalah Datang

Dalam presentasi kadang masalah terjadi seperti microphone yang mati, laptop, dan sebagainya. Kita dapat menjadikan hal tersebut sebagai bahan humor seperti: anda menyanyikan gugur bunga sambil meletakan microphone lainnya.

  1. Teknik Membuat Berseri

Salah satu cara membuat cerita/kisah berseri adalah dengan menggunakan nama tokoh yang sama dalam berbagai cerita/kisah yang berbeda. Misal untuk saat ini dengan nama “MUKIDI”.

  1. Teknik Ekpresi dan Gerak Tubuh

Dalam 10 detik pertama, audiens sudah bisa mendapat banyak pesan tentang presenter. Ekspresi wajah dan gerak tubuh sangat membantu menciptakan humor.

  1. Teknik Akronim

Akronim sangat membantu dalam penyampaian materi. Maka singkatan hendaknya yang lucu-lucu.

  1. Teknik Dramatisasi dan Peragaan

Dalam suatu training Public Speaking di peragakan berturut-turut bagaimana gelas yang dipegang dengan 5 jari, 4 jari, 3 jari, 2 jari bahkan 1 jari. Guna menjelaskan tentang pentingnya setiap rukun islam yang 5.

  1. Teknik Berbohong

Dalam hal ini adalah berbohong yang sudah jelas-jelas ketahuan kebohongannya. Misalnya: “waktu saya dulu jadian sama Jupe sebelum sama Gaston..”

  1. Teknik Cerita Ulang

Menceritakan kembali hal-hal yang telah terjadi juga bisa membuat Hahaha..

  1. Teknik Mengomentari

Memberi feedback, mengomentari, dan memberi pendapat adalah tools training yang sangat menarik.

  1. Teknik Meledek

Meledek disini bukan menghina dan levelnya dibawah mengejek. Meledek adalah mengolok-olok, tetapi yang diolok-olok masih bahagia, bahkan menjadi bahagia.

Presentasi sebagai salah satu wujud dari komunikasi harus tetap memperhatikan berbagai aspek, sebagaimana Petuah bijak para tetua di masyarakat dengan Pepatah lamanya yang tetap berlaku: “Titip uang bisa kurang, titip omongan bisa nambah”.

Pada tulisan sebelumnya, telah dinyatakan Subagya (2014), bahwa hal yang harus diperhatikan dalam membuat humor adalah SARAP yakni  Suku, Agama, Ras, Antargolongan, Pornografi, Pornoaksi, Produk, Penistaan, Penganiayaan, Penghinaan… kemudian Subagya juga menyampaikan bahwa SARAP tersebut bukan suatu larangan, tetapi sesuatu yang harus dicermati dan diwaspadai untuk tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, sebaliknya dapat menjadi boomerang bagi kegagalan suatu presentasi, bahkan bisa masuk ke ranah hukum dan sebagainya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Subagya tersebut, khususnya dalam hal agama, hendaknya humor dalam presentasi, menghindari unsur penistaan, penganiayaan dan unsur kebohongan. Selain terlarang dalam agama, penganiayaan (penghinaan) terhadap mahkluk adalah juga penghinaan terhadap Allooh, Sang Pencipta makhluk tersebut. Selain itu, unsur penganiayaan, dalam humor sekalipun, dapat berakibat fatal berdampak negatif mental dan sosial berkepanjangan terhadap subjek yang dianiaya, audiens ataupun presenter.

Unsur kebohongan meski dalam bentuk humor merupakan suatu dosa. Lebih dari itu, kebohongan dalam humor dapat memberikan suatu pemahaman yang salah dan berkelanjutan seperti bola salju, makin membesar tak terkendali lagi. Dimana komunikan dan atau komunikator berikut atau selanjutnya bukan sebagai sumber utama yang bisa jadi tidak lagi mengetahui persis pesan yang disampaikan sebagai suatu kebenaran atau suatu kebohongan untuk keperluan humor saja.

Dengan berbagai teknik humor yang telah dikemukakan maka tidak ada lagi alasan presentasi yang kaku, membosankan dan semacamnya, meskipun materi yang disampaikan berat atau teoritis sekalipun. Dengan demikian presentasi semakin efektip efesien bermutu.

Comments